Malam Puncak MIPA DAYS 2017 Berlangsung Meriah

  1. Agenda besar Ikatan Mahasiswa Pendidikan Matematika dan IPA (IMPS)  di tahun 2017 yaitu MIPA DAYS. Serangkaian kegiatan dari MIPA DAYS sudah terlaksana semua dengan sukses seperti Seminar literasi, Olimpiade untuk Mahasiswa MIPA, dan sebagainya. Dan diakhiri dengan Malam puncak pada hari kamis, 14 Desember 2017 dari pukul 08.00 sampai pukul 23.00. Adapun susunan acaranya pertama acara dibuka oleh Dekan FKIP yaitu Bapak Nanang Bagus Subekti, M.Ed. selanjutnya dibuka stand kewirausahaan dimana mahasiswa belajar berwirausaha menjualkan hasil karyanya yang merupakan tugas dari mata kuliah kewirausahaan. 
  2. Ada lebih dari 30 stand mahasiswa dan umum yang berjualan di acara ini. Untuk barang2 yang dijual rata-rata berupa makanan. Makanannya pun unik-unik sekali. Selanjutnya acara dilanjut dengan penampilan Band selain itu juga ada lomba menyanyi antar kelas se MIPA, kemudian pada malam harinya ada penganugerahan dosen favorite masing-masing prodi. Dosen favorite untuk prodi pendidikan Matematika yaitu Drs. AA sujadi, M.Pd. pendidikan Fisika yaitu Drs. Renyaan, M Pd.  dan pendidikan IPA yaitu Tias Ernawati, M.Sc. selain itu ada penampilan Alfa Projek yaitu grup band yg personelnya merupakan para dosen muda pendidikan IPA, pendidikan fisika dan Pendidikan Matematika.

Semaraknya Seminar Nasional Pendidikan Matematika ETNOMATNESIA

Sabtu, 9 Desember 2017 Pendidikan Matematika UST menyelenggarakan Seminar Nasional Pendidikan Matematika Etnomatnesia di ruang Ki Sarino Mangun Pranoto. Pada seminar tersebut, tema yang diangkat adalah “Etnomatematika: Perspektif Matematika dari Budaya Indonesia”. Panitia menghadirkan empat pembicara, diantaranya: Prof. Turmudi, M.Sc., M. Ed., Ph.D (Guru Besar UPI), Prof. Dr. Marsigit, M.A. (Guru Besar UNY), Prof. Dr. Wahyudin, M.Pd. (Guru Besar UPI), dan Drs. Pardimin, Ph.D (Rektor UST Yogyakarta). Ki Dafid Slamet Setiana, M.Pd selaku ketua panitia menyampaikan bahwa seminar nasional pendidikan matematika etnomatnesia merupakan wujud nyata implementasi catur darma perguruan tinggi Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, yaitu kebudayaan. Pada acara tersebut, ada 101 peserta nonpemakalah dan 187 artikel yang dipresentasikan yang berasal dari berbagai universitas dan institusi di Indonesia.

Pada kesempatan itu, Prof Turmudi menyampaikan mengenai belajar matematika dengan melibatkan unsur budaya. Memperhatikan konsep budaya yang menjadi suatu aset dan suatu alternatif dalam pembelajaran matematika, tampak bahwa budaya dapat dijadikan salah satu alternatif dalam pembelajaran matematika. Namun guru-guru masih perlu mempelajari sejumah budaya dan unsur-unsur budaya yang masih memerlukan sentuhan pelatihan dan membaca sumber-sumber yang kaya dengan unsur budaya yang di dalam nya terkandung unsur-unsur matematika. Sedangkan Prof Wahyudin menyampaikan bahwa matematika adalah mata pelajaran yang dipandang bebas dari nilai dan budaya sehingga terdapat pandangan bahwa pendidikan matematika tidak perlu mempertimbangkan keberagaman yang semakin berkembang dalam populasi peserta didik. Namun demikian, matematika telah sekaligus membentuk dan dibentuk oleh berbagai nilai dan keyakinan dari kelompok-kelompok manusia. Etnomatematika adalah hasil dari interaksi antara budaya dan matematika. Pemahaman tentang hubungan antara matematika dan budaya tampaknya dapat digunakan untuk meningkatkan keefektifan proses belajar belajar matematika di ruang kelas-ruang kelas multikultural. Ki Pardimin, Ph.D menyampaikan mengenai matematika tersembunyi yang bisa diuangkap dibalik kebudayaan di Yogyakarta. Terdapat unsur etnomatematika yang telah diterapkan dalam budaya masyarakat Yogyakarta. Garis lurus imajiner Yogyakarta masuk dalam unsur etnomatematika. Garis imajiner adalah garis khayal, atau garis maya, bukan garis sesungguhnya. Masjid Agung Yogyakarta memiliki aspek matematis yang teridentifikasi memiliki etnomatematika. Bangunan Candi, konsep matematika sebagai hasil aktivitas merancang bangunan, mengukur, membuat pola, serta berhitung dapat diungkap dari peninggalan budaya candi seperti Candi Prambanan. Inovasi pembelajaran matematika perlu terus dilakukan selaras perkembangan jaman. Salah satu cara melakukan inovasi pembelajaran matematika bagi guru matematika atau mahasiswa Pendidikan matematika adalah mempelajarai dan mengembangkan pembelajaran matematika yang berbasis etnomatematika.  Pengembangan Perangkat pembelajaran matematika berbasis etnomatematika meliputi Modul, Silabus, RPP dan LKS. Etnomatematika merupakan pendekatan pembelajaran matematika berbasis budaya lokal; oleh karena itu, di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya, penelitian pengembangan etnomatematika dapat mengambil lokasi di 3 tempat yaitu Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Keraton Yogyakarta. Penelitian ini melibatkan mahasiswa S2 dan S3 Pendidikan Matematika, yang meliputi keterampilan mengembangkan etnomatematika sebagai basis pembelajaran matematika sekaligus mempersiapkan penelitian payung bagi mahasiswa bersangkutan (Marsigit, 2017).

artikel seminar dapat di download disini

Susunan Acara Seminar Nasional Pendidikan Matematika Etnomatnesia

Berikut kami sampaikan susunan acara Seminar Nasional Pendidikan Matematika Etnomatnesia dengan tema “Etnomatematika: Perspektif Matematika dari Budaya Indonesia” yang akan dilaksanakan pada harivSabtu, 9 Desember 2017 di Ruang Ki Sarino Mangun Pranoto. selengkapnya

download

 

Daftar Pemakalah Seminar Nasional Pendidikan Matematika UST

Kepada para pemakalah Seminar Nasional Pendidikan Matematika Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa, berikut kami sampaikan daftar pemakalah yang lolos seleksi abstrak. Selanjutnya, kami mohon Bapak/ Ibu/ Saudara dapat mengunggah artikel yang akan dipresentasikan selambat-lambatnya tanggal 30 November 2017 melalui website seminar. Jika mengalami kesulitan dalam mengunggah, silahkan menghubungi panitia.

DAFTAR PEMAKALAH

3 Dosen Pendidikan Matematika sukses jalankan Abdimas di SD N 2 Wonosari

 

Salah satu dari tridharma pendidikan adalah melaksanakan pengabidan kepada masyarakat. Pada hari Kamis, 23 November 2017, Bapak Drs. I Nyoman Arcana, M.Si., Tri Astuti Arigiyati M.Sc. dan Annis Deshinta Ayuningtyas, M.Pd yang merupakan dosen pendidikan matematika FKIP UST Yogyakarta melaksanakan pengabdian kepada masyarakat (Abdimas) di SDN 2 Wonosari Gunung Kidul. Kegiatan ini berupa workshop pembuatan media berbasis komputer yang tidak time consuming. Salah satunya adalah pembuatan slide presentasi menggunakan MS Power Point. Tujuannya untuk memberikan pelatihan kepada guru-guru SD dalam pembuatan media pembelajaran dengan bantuan komputer yang tidak memerlukan banyak waktu. Kegiatan ini sangat bermanfaat karena dapat membantu para guru dalam mengajar agar efektif dan efisien. Apalagi sekarang ini sudah masuk di Abad 21 sehingga semua pembelajaran dituntut menggunakan komputer. Kegiatan ini dilaksanakan pada siang hari dan antusias para guru mengikuti workshop  ini sangat tinggi. Kegiatan Abdimas ini merupakan realisasi dari program LP3M UST dimana para dosen diberi kesempatan untuk melaksanakan pengabdian kepada masyarakat. Prodi pendidikan matematika mengirimkan 2 proposal dan lolos didanai oleh LP3M. Semoga kegiatan ini bermanfaat untuk masyarakat. Semangat para dosen pendidikan matematika FKIP UST.

Continue reading “3 Dosen Pendidikan Matematika sukses jalankan Abdimas di SD N 2 Wonosari”